ECHO GREEN PENABULU FOUNDATION MELAKSANAKAN DISKUSI PENGGALIAN DATA PEMETAAN DESA WATUPAWON

Penabulu Foundation Echo Green melakukan sosialisasi tata ruang dan tata guna lahan di Desa Watupawon Kecamatan Penawangan ( 18/11/2020). Sosialisasi ini bertujuan agar lahan desa, seperti sawah tetap dipertahankan ada area hijau di desa. Go green in your area.

Koordinator Penabulu Kecamatan Penawangan, Ari Kusuma mengatakan, kegiatan ini dimulai dari tahun ini hingga 2022 nanti. Tahun pertama untuk memilih kader Khususnya di Desa Watupawon Kecamatan Penawangan.

Pada tahun kedua akan difokuskan untuk memetakan model pertanian berkelanjutan. Pihaknya akan membentuk demplot-demplot di Desa Watupawon.

Di tahun terakhir, kader dan tim promosi hasil pertanian ke kancah nasional dan internasional. ”Di masing-masing desa menghasilkan lima peta untuk tata kelola lahan desa. Lima peta itu di antaranya sumber daya alam, kawasan konservasi tinggi, penggunaan lahan pertanian, kerentanan bencana dan tata kelola sumber daya air dan irigasi,” jelasnya.

Peta tersebut dimaksud sebagai dasar mengatur alokasi zona ekonomi hijau. Dengan harapan lahan desa yang ada nantinya tidak bisa dipakai untuk alokasi lain. Sehingga sudah jelas peruntukannya.

”Kami juga bekerja sama dengan Uni Eropa. Inti dari kegiatan ini selain untuk tata ruang dan guna lahan desa, sekaligus mengembalikan peran pemuda dan perempuan dalam sektor pertanian. Karena di desa Watupawon sebagian Masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani, serta Memastikan keterlibatan efektif perempuan, pemudan dan kelompok lain yang terpinggirkan/tidak berdaya secara ekonomi,” pungkasnya.

Diketahui, rantai pertanian saat ini didominasi petani laki-laki. Petani perempuan hanya seperempat dari total petani di Indonesia. Jumlah petani muda pun tidak lebih dari satu persen dari total petani. Saat ini, peran petani perempuan di sektor pertanian semakin berkurang dan sektor ini ditinggalkan pemuda. Maka lahan desa akan semakin terancam di masa depan. Dengan pengelolaan ini, diharapkan ancaman lahan desa tidak terjadi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*